Penelitian dengan Pesona Alam - Instalasi Riset Plasma Nutfah Perikanan Ikan Air Tawar CIJERUK (BRPBAT-PP)


          Sebagai mahasiswa tingkat akhir, tentunya harus bersiap untuk berkutat dengan penelitian. Apalagi sebagai salah satu syarat untuk menggaet gelar magister, para mahasiswa tentunya harus dituntut dengan penelitian yang tentunya tidak biasa-biasa saja. Mencari ide tentang penelitian pun bukan hal yang mudah (menurut saya). Beruntungnya saya mengikuti salah satu proyek dosen, sehingga setidaknya sudah mendapatkan judul, objek, dan bahkan tempat penelitiannya.

                  

Gunung Gede tampak dari Instalasi Riset Plasma Nutfah Perikanan Ikan Air Tawar, Cijeruk, 
Kabupaten Bogor, Jawa Barat
(https://marynflow.blogspot.com/)

            Tepat di tahun 2020 kemarin, saya memutuskan untuk mengikuti proyek penelitian yang berada di Instalasi Riset Plasma Nutfah Perikanan Ikan Air Tawar, Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (BRPBATPP). Saya dan tim akhirnya mulai melakukan persiapan untuk melakukan penelitian di daerah tersebut. Persiapan yang kami lakukan tidaklah sedikit, dikarenakan lokasinya yang cukup jauh, terutama dari Depok dan Jakarta, sehingga kami pun diharuskan menginap selama penelitian berlangsung. Agustus 2020, kami pun berangkat menuju Cijeruk. Menggunakan mobil pribadi, kebetulan saat itu kami juga ditemani oleh senior, dan seorang mahasiswa S3 yang juga akan melakukan penelitian disana. Perjalanan memakan waktu 1,5 jam menggunakan tol yang langsung menuju Caringin. Jalan menuju Cijeruk tentunya cukup ekstrim (berkelok-kelok dan naik-turun), dikarenakan tempat tersebut juga merupakan daerah yang dekat dengan pegunungan. Terdapat 2 gunung yang mengapit daerah tersebut, yaitu Gunung Salak dan Gunung Gede. Suhu bisa mencapai 19°C jika malam hari, harus dipastikan dan wajib untuk membawa selimut ketika ingin menginap di Cijeruk.


Instalasi Riset Plasma Nutfah Perikanan Ikan Air Tawar Cijeruk
(https://marynflow.blogspot.com/)

            Sesampainya di Cijeruk, kami pun melanjutkan perjalan menuju Instalasi Riset yang berada di Jl. K.H. Halimi, Wr. Menteng, Kec. Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Instalasi ini memiliki kawasan yang cukup luas, terdapat bangunan kantor yang berada di bagian depan saat memasuki balai. Setelah melewati bangunan kantor terdapat dua persimpangan, yang kiri menuju kawasan penelitian (beberapa kolam dan hatchery), sedangkan kanan menuju GH (Guest House). Terdapat 3 bangunan GH di Instalasi ini, dengan halaman yang cukup luas, sehingga bisa membawa mobil apabila ingin menginap disini. Kebetulan saat itu kami menempati GH 2, yang terletak diantara GH 1 dan 3. Sesampainya di depan GH, kami pun segera menurunkan barang dan membersihkan GH, masih ada beberapa barang penelitian yang memang sengaja ditinggalkan oleh peneliti senior sebelumnya, sehingga harus segera dibersihkan agar kami juga bisa segera beristirahat. Di dalam GH terdapat 2 kamar, yang masing-masing memiliki kamar mandi, terdapat ruang tamu yang merangkap dengan ruang TV dan dapur berada di paling belakang. Fasilitas di dalam GH juga lumayan dapat digunakan, seperti kulkas, TV, tempat duduk tamu, galon air, dan gas beserta kompornya. Semua itu namun tidaklah gratis, GH biasanya disewakan dengan biaya Rp. 200.000/ orang (biaya perawatan), agar GH tetap terawat dan bersih, sehingga bisa terus digunakan untuk para peneliti yang akan melakukan penelitian di Instalasi Cijeruk ini.

            Keesokan paginya, kami mulai mengemasi barang-barang dan bahan-bahan yang akan dipersiapkan untuk penelitian. Saat sore hari, kami menyempatkan diri untuk menuju kawasan penelitian yang berada di area belakang, Instalasi riset Cijeruk ini memiliki banyak hatchery dan juga kolam budidaya ikan. Terdapat beberapa jenis ikan yang telah berhasil di budidaya di Instalasi ini, seperti ikan dewa/ batak (Tor soro dan Tor doro), ikan tawes, ikan mata merah, ikan lele Mutiara, ikan mas, ikan baung, dan masih banyak lagi jenis ikan lainnya. Namun ikan dewa, merupakan ikan yang paling terkenal disini, selain banyak digemari, ikan ini juga yang paling sering dipakai sebagai objek peneitian. Oh ya, FYI… ikan dewa ini selain dijadikan sebagai objek penelitian, juga dapat dijadikan sebagai ikan peliharaan. Sehingga tidak jarang, beberapa orang dari luar kota, datang memesan ikan dewa ini. Jika kalian berminat untuk memesan ikan ini bisa langsung menghubungi Instalasi/ Balai Cijeruk ini, terutama untuk segera menghubungi Pak Uhe, salah satu pengurus yang bertanggung jawab atas ikan ini. Kontak Pak Uhe bisa kalian minta di email saya ya (Terima kasih!).

Pak Uhe dan Ikan Dewa
(https://marynflow.blogspot.com/)

Kebetulan penelitian saya dan tim kali ini menggunakan ikan mata merah sebagai objek penelitian, sehingga penelitian dilakukan di hatchery A. Selain hatchery A, Instalasi ini juga memiliki 4 hatchery lainnya yaitu hatchery A, B, C, D, dan G (seingat saya). Hatchery disini merupakan suatu bangunan yang berfungsi sebagai tempat memproduksi benih ikan mulai dari pemijahan sampai menghasilkan larva atau bisa dibilang sebagai tempat penelitian. 

Setiap ikan tentunya memiliki hatchery-nya masing-masing, seperti ikan mata merah khusus berada di hatchery A, ikan dewa yang khusus berada di hatchery C & D, dan masih banyak lagi. Pemandangan yang sangat mengesankan saat berada di kawasan penelitian adalah pemandangan Gunung Salak dan Gunung Gede, yang sangat terlihat jelas di ujung sana, ditambah lingkungan yang benar-benar masih sangat asri dan terbebas dari polusi, setidaknya lumayan untuk mencuci mata saat sedang stres-stresnya melakukan penelitian.

Berikut adalah beberapa foto yang telah saya abadikan, untuk sedkit mengisi kenangan, saat melakukan penelitian di Cijeruk 👌

Beberapa Kolam Penelitian
(https://marynflow.blogspot.com/)
Gunung Salak
(https://marynflow.blogspot.com/)



Terima kasih banyak saya ucapkan kepada para staf dan teknisi yang ada di Cijeruk, sukses selalu untuk semuanya!

Komentar

Postingan Populer